HIPMI Sumsel dan Pemkot Palembang Bersinergi Bantu Korban Banjir di 14 Ilir: 250 Paket Sembako Disalurkan, Edukasi Lingkungan Ditingkatkan

insert88.com, Palembang – Banjir kembali melanda kawasan Jalan Pangeran Antasari, Kelurahan 14 Ilir, Palembang, meskipun dalam beberapa hari terakhir curah hujan tidak tinggi. Kondisi ini menambah beban warga yang selama ini kerap menghadapi genangan air, bahkan saat cuaca cerah.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak, Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumatera Selatan (Sumsel) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menyalurkan 250 paket sembako melalui program HIPMI Peduli pada Selasa (25/03/2025).

Tak hanya bantuan logistik, kegiatan ini juga menjadi ajang edukasi bagi warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah banjir berulang.

Ketua HIPMI Sumsel, Kgs Hermansyah Mastari SE, menegaskan bahwa banjir di Palembang, khususnya di 14 Ilir, tidak hanya disebabkan oleh curah hujan tinggi tetapi juga oleh faktor lingkungan, terutama sistem drainase yang kurang optimal dan kebiasaan warga membuang sampah sembarangan.

“Banjir di daerah ini sering terjadi, bahkan tanpa hujan. Ini menunjukkan ada masalah yang lebih besar, yaitu drainase yang tersumbat dan kebiasaan buruk dalam pengelolaan sampah. Oleh karena itu, kami ingin tidak hanya memberi bantuan, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar mulai mengubah kebiasaan ini,” ujar Hermansyah.

Ia menambahkan bahwa peran aktif masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman. Menurutnya, penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan.

“Palembang adalah kota jasa dan pariwisata. Kebersihan harus menjadi prioritas, bukan hanya untuk mencegah banjir tetapi juga demi kenyamanan semua pihak. Kami berharap masyarakat bisa lebih peduli agar banjir tidak terus-menerus menjadi masalah tahunan,” tambahnya.

 

Dalam kegiatan ini, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Palembang, Isnaini Madani, menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menangani banjir, salah satunya dengan menggandeng Bank Sampah guna mengurangi volume sampah yang mencemari lingkungan dan menyumbat saluran air.

“Kebiasaan warga yang masih membuang sampah langsung ke sungai harus segera dihentikan. Jika pola pikir ini tidak berubah, maka banjir akan terus terjadi. Kami mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam program pengelolaan sampah yang telah kami siapkan,” kata Isnaini.

Sebagai bagian dari program 100 hari kerja Wali Kota RDPS, Pemkot Palembang juga akan melakukan pengerukan sungai-sungai kecil di berbagai titik rawan banjir guna meningkatkan kapasitas tampungan air dan mempercepat aliran ke hilir. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi genangan air yang sering terjadi di kawasan seperti 14 Ilir, yang dekat dengan sungai tetapi memiliki sistem drainase yang buruk.

Wilayah 14 Ilir memang dikenal sebagai salah satu titik paling rawan banjir di Palembang. Selain karena letaknya yang berdekatan dengan Sungai Musi, buruknya pengelolaan sampah dan sedimentasi di drainase memperparah kondisi. Di beberapa titik, genangan air bahkan tidak surut dalam waktu lama, membuat aktivitas warga terganggu.

Salah seorang warga, Rizal (47), mengungkapkan bahwa setiap kali banjir terjadi, ia dan keluarganya harus bekerja ekstra membersihkan rumah dari lumpur dan sampah yang terbawa air.

“Banjir di sini sudah seperti langganan. Kadang kami bingung karena meskipun tidak hujan, air tetap naik. Harapan kami pemerintah lebih serius menangani masalah ini, dan warga juga harus sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan,” ujar Rizal.

Senada dengan Rizal, Siti (39), seorang ibu rumah tangga, merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan sembako dari HIPMI Sumsel. Namun, ia berharap kegiatan semacam ini diiringi dengan solusi jangka panjang agar banjir dapat dikendalikan.

“Terima kasih untuk bantuannya, ini sangat berarti bagi kami. Tapi yang lebih penting, bagaimana supaya banjir tidak terus terjadi. Kami berharap ada solusi yang benar-benar efektif,” katanya.

Melalui aksi sosial ini, HIPMI Sumsel berharap dapat meringankan beban warga sekaligus membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Hermansyah menegaskan bahwa penanganan banjir bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat dan sektor swasta.

“Jika kita semua bisa bekerja sama, saya yakin permasalahan banjir ini bisa dikurangi secara bertahap. Tidak ada yang bisa mengubah situasi ini sendirian. Pemerintah, swasta, dan masyarakat harus bergerak bersama,” tegasnya. (an).

Pos terkait