Palembang – insert88.com – Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Palembang resmi menggelar ajang perdana Palembang Pingpong League (PPL) Liga 1 di halaman Sekretariat PTMSI Kota Palembang, Sekojo Kalidoni Palembang, Minggu (16/2/2025).
Liga ini menjadi tonggak sejarah sebagai kompetisi tenis meja pertama di Indonesia yang menggunakan format liga sepanjang tahun, dengan target utama membina atlet muda berbakat sekaligus menjaga prestasi olahraga tenis meja di Palembang.
Acara pembukaan berlangsung meriah dan dihadiri sejumlah tokoh penting, seperti Ketua KONI Kota Palembang Anton Nurdin, SH, MH, Ketua Umum PTMSI Kota Palembang H. Fili Muttaqien, M.M., serta Ketua DPRD Kota Palembang sekaligus Ketua Dewan Pembina PTMSI Ali Subri.
Ketua KONI Kota Palembang, Anton Nurdin, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif PTMSI dalam menghadirkan kompetisi inovatif ini. Menurutnya, liga ini bukan sekadar ajang pertandingan, tetapi juga wadah untuk mempersatukan atlet senior dan junior dalam satu arena yang kompetitif.
“Ini merupakan suatu kebanggaan bagi KONI Kota Palembang karena pengurus baru PTMSI berani mengadakan liga yang mungkin pertama kali di Indonesia. Ini menjadi kesempatan besar, tidak hanya sebagai ajang silaturahmi bagi senior, tetapi juga untuk mencari bakat-bakat muda yang berpotensi meraih prestasi,” ujar Anton Nurdin.
Ia berharap PPL Liga 1 mampu menjadi magnet bagi atlet-atlet asal Palembang agar tetap membela daerahnya dan tidak berpindah ke kabupaten lain.
Sementara itu, Ketua Umum PTMSI Kota Palembang, H. Fili Muttaqien, M.M., menjelaskan bahwa liga ini menggunakan format yang berbeda dari kejuaraan tenis meja pada umumnya. Jika biasanya hanya diadakan turnamen dalam waktu singkat, PPL Liga 1 berlangsung sepanjang tahun dengan sistem yang memungkinkan lebih banyak atlet mendapatkan pengalaman bertanding.
“Setiap dua bulan sekali kita adakan edisi baru. Juara 1 dan 2 dari setiap edisi tidak boleh mengikuti edisi berikutnya, sehingga kesempatan untuk bertanding terbuka lebar bagi atlet lainnya. Di akhir tahun, juara dari setiap edisi akan bertemu di final edisi keenam pada bulan Desember,” jelas Fili Muttaqien.
Sistem pertandingan menggunakan format beregu dengan satu pertandingan tunggal (single) dan dua pertandingan ganda (double). Kompetisi berlangsung dengan sistem gugur, di mana tim yang kalah langsung tereliminasi.
Sebanyak 42 regu dari 26 Persatuan Tenis Meja (PTM) se-Kota Palembang turut ambil bagian dalam kompetisi ini, dengan total peserta mencapai 290 atlet. Antusiasme tinggi ini menjadi bukti bahwa tenis meja masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Palembang.
Dalam PPL Liga 1, sebanyak tujuh medali emas diperebutkan. Berikut rincian hadiah yang disediakan:
- Juara 1: Rp1.000.000
- Juara 2: Rp700.000
- Juara 3 & 4 (bersama): Rp400.000
PTMSI Kota Palembang menargetkan untuk mendominasi perolehan medali dengan harapan mampu mengembalikan kejayaan tenis meja Palembang di tingkat provinsi maupun nasional.
Ditempat yang sama juga, Ketua DPRD Kota Palembang sekaligus Ketua Dewan Pembina PTMSI, Ali Subri, turut memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan liga ini. Ia menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan tenis meja di Palembang, termasuk dalam hal alokasi anggaran.
“Saya selaku Dewan Pembina sangat mendukung penuh kejuaraan ini. Setelah Kabupaten Muba sukses, kini giliran Kota Palembang menjadi tuan rumah liga ini. Ketua KONI juga mengusulkan tambahan dana hibah sebesar Rp7 miliar, dan insya Allah saya akan menyetujuinya sebagai Ketua DPRD,” ungkap Ali Subri.
Selain PPL Liga 1, PTMSI Palembang telah menyiapkan sejumlah agenda penting lainnya, seperti:
- Walikota Cup pada bulan Mei 2025
- Persiapan Porprov Sumsel pada bulan September 2025
Ajang-ajang tersebut diharapkan bisa semakin memperkuat pembinaan atlet tenis meja sejak usia dini serta mempersiapkan Palembang untuk menjadi kekuatan dominan dalam ajang Porprov mendatang.
Palembang Pingpong League bukan hanya tentang perebutan gelar juara, melainkan juga sebagai langkah strategis untuk membangun regenerasi atlet secara berkelanjutan. Dengan kompetisi yang diadakan secara rutin, atlet-atlet muda memiliki kesempatan lebih besar untuk mengasah kemampuan, meningkatkan mental bertanding, dan meraih prestasi.
PTMSI Palembang berharap ajang ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk menggelar kompetisi serupa. Dengan pembinaan yang konsisten, bukan tidak mungkin Palembang akan kembali melahirkan atlet-atlet tenis meja berkelas nasional bahkan internasional di masa depan.
“Palembang Pingpong League bukan hanya kompetisi, tapi langkah awal menuju kejayaan tenis meja Palembang,” tutup H. Fili Muttaqien penuh optimisme.







